Integrated Development System

Integated Development System, selanjutnya disebut IDS, merupakan suatu sistem yang mengkomputerisasi dan mengintegrasikan semua proses pembangunan sehingga menjadi sebuah siklus tertutup. Siklus tertutup ini terjadi karena hasil dari proses sebelumnya akan mengupdate dan dijadikan masukan bagi proses berikutnya secara otomatis.

IDS merupakan integrasi dari sekumpulan aplikasi yang LEXION kembangkan untuk memfasilitasi proses pembangunan, khusunya di Bappeda, mulai dari: Perencanaan, Evaluasi, Pusat Data dan Sistem Informasi Geografis.

IDS kami desain untuk mengimplementasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.

Dalam Integrated Development System (IDS) ada 4 (Empat) Aplikasi utama yang terintegrasi, yaitu :

  1. Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD)
    Proses : Musrenbang, Forum SKPD, RKPD, Renja SKPD, KUA-PPAS dan Draft RKA
  2. SIM APBD
    Proses : Draft RKA, RKA, DPA dan APBD
  3. Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (SIMONEP)
    Proses : Rencana & Realisasi Fisik, Keuangan dan Hasil Pendataan Lapangan (Foto & Peta)
  4. Data Center (PUSDALIP / PDP3D / SIPD-PPEPI/SIMTARU)
    Proses : 8 Kelompok Data Profil Daerah, Inidkator Kinerja Permendagri 54/2010 dan RT/RW.

Manfaat yang bisa diperoleh dengan mengimplementasikan IDS antara lain :

  1. Integrasi. Semua proses saling mendukung dan melengkapi.

  2. Bank Data. Semua data pembangunan, mulai dari data kegiatan, foto, film, tabel hingga peta tersimpan dengan baik dan bisa ditampilkan secara menarik dan aktual.

  3. Responsif-Dinamis. Segala permintaan data dan permasalahan dengan cepat ditangani dengan ditunjang data terbaru beserta analisisnya.

  4. Pusat Informasi dan Laporan Pembangunan. Semua permintaan data, informasi dan laporan pembangunan ‘cukup satu pintu’ lewat Bappeda tidak perlu minta ke tiap instansi, ini untuk mencegah terjadinya dua laporan yang berbeda dan mengurangi beban SKPD untuk memenuhi permintaan data yang sama dengan format berbeda.

  5. Organisasi Profesional. Kerampingan dan kinerja birokrasi bisa terbentuk akibat efisiensinya pekerjaan dan sumber daya manusia yang menjalankannya.

SIPPD

Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah.

SIMONEP

Sistem Informasi Monitoring & Evaluasi Pembangunan.

Baca Lebih Lanjut

SIMTARU

Sistem Informasi Tata Ruang.

PUSAT DATA

Aplikasi Pusat Data.

Baca Lebih Lanjut

Lexion Indonesia adalah rekan terbaik untuk Perusahaan Anda

Leading in Innovation of Technology and Information. S4C: Speed, Smart, Simple, Smile and Confident

Moving Sidebar

DEMO APPLIKASI

Unknown Error Image Link